Headline

Tidak Ada Ampun, 7 Prajurit TNI DI PTDH.

Spread the love

PAPUA BARAT, Teluk Bintuni (CR) – TNI Angkatan Darat benar-benar tak memberi ampunan sedikit pun bagi prajurit yang melakukan perbuatan melanggar hukum di NKRI.

Buktinya, tujuh prajurit TNI baru saja dipecat dengan tidak hormat dari kesatuannya karena melakukan perbuatan pidana.

Dikutip Viva.co.id, Ketujuh prajurit itu bukan sembarang tentara, mereka semua prajurit tempur milik Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Papua Barat. Dari tujuh prajurit itu, lima personel berdinas di batalyon Infanteri (Yonif) 763/Senetia Buerama Amor, dan dua prajurit lainnya dari  Brigade Infanteri (Brigif) 26/Gurana Piarawaimo.

Berdasarkan siaran resmi penerangan Yonif 763/SBA dilansir VIVA Militer, Rabu 11 September 2024, tujuh prajurit itu dipecat dari dinas aktif militer melalui prosesi upacara pemecatan yang dilangsungkan di lapangan Markas Brigif 26 di Teluk Bintuni.

Di lapangan itu dengan dipimpin Komandan Yonif 763/SBA, Letnan Kolonel Inf Imam Purwoko, tujuh prajurit itu dibariskan di tengah lapangan dengan dikawal provost. Mereka juga membawa foto diri mereka yang sudah terbingkai di figura.

Kemudian Letkol Inf Imam Purwoko menyampaikan amanat terkait keputusan pemecatan yang diambil sebagai konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukan. Apalagi perbuatan mereka itu telah merusak nama baik TNI Angkatan Darat.

 

“Sudah merupakan komitmen dari pimpinan TNI bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Letkol Inf Imam Purwoko.

Selanjutnya, Letkol Inf Imam Purwoko berjalan mendatangi ketujuh prajurit itu, dan di hadapan semua teman-temannya, Danyon memasang stiker silang bertulis DIPECAT di foto yang dibawa tujuh prajurit itu.

Sangat jelas terlihat ketujuh prajurit itu sedih dan menundukkan muka atas hukuman pemecatan yang mereka terima itu. Tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur dan TNI tak memberikan ampunan sedikitpun bagi mereka.

“Upacara PDTH ini juga menjadi bukti bahwa kami tidak tebang pilih dalam menindak kesalahan, Yonif 763/SBA sangat tegas terhadap seluruh anggota yang terlibat pelanggaran. Oknum prajurit tidak hanya diproses sesuai Undang-undang Militer yang berujung sanksi disiplin dan administrasi. Mereka yang terbukti melanggar pidana juga dijatuhi hukuman terberat berupa pemecatan dari dinas militer,” kata Letkol Inf. Imam Purwoko.

(Bayu AW/Viva)

D.Permana

Recent Posts

Dalam 14 hari, Polres Majalengka Ungkap 12 Kasus Narkoba

MAJALENGKA, Cerita Rakyat - Polres Majalengka mengungkap 12 kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat keras…

3 hari ago

Wamendikdasmen RI Sebut Pentingnya Publik Substantif Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

GARUT, Cerita Rakyat – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip…

2 minggu ago

TPA Pasir Bajing Terbakar, Pemkab Garut Berencana Optimalkan Sanitary Landfill

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah…

2 minggu ago

Pemkab Garut Sebut Kebakaran TPA Pasir Bajing Perlu Penanganan Darurat Dan Evaluasi

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Serahkan Santunan JKM Rp2,659 Miliar

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Bersihkan Material Dan Siapkan Pasar Darurat Pasca Kebakaran Pasar Andir

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membersihkan material sisa kebakaran di Pasar…

2 minggu ago