JAKARTA, CR- H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029 oleh MPR RI dengan acuan berita acara penetapan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024 per tanggal 24 April 2024, di di Gedung Nusantara komplek MPR, DPR,DPD, Jalan Jendral Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 20 Oktober 2024
Paslon nomor urut 2, H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul pada Pemilu 2024, dengan perolehan suara sebanyak 96.214.691 (58,59%), dari total suara sah nasional dan memenuhi sedikitnya 20% suara disetiap provinsi yang tersebar dari 38 provinsi di Indonesia.
Dalam Sambutannya Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa atas nama seluruh bangsa dan rakyat Indonesia sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 (H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka) akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan semua kekuatan yang ada pada jiwa raga kami.
“Kami akan menjalankan kepemerintahan Republik Indonesia, kepemimpinan bangsa dan negara Indonesia dengan tulus dan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat indonesia termasuk mereka-mereka yang tidak memilih kami”. Ungkap Presiden H. Prabowo Subianto pada acara sambutan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 melalui siaran live video biro pers sekretariat negara.
Presiden Prabowo mengatakan bahwa akan mementingkan kepentingan bangsa dan rakyat indonesia diatas segala kepentingan diatas semua golongan apalagi diatas kepentingan pribadi kami, Tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman terhadap bangsa Indonesia di tengah dinamika dan pergaulatan dunia tidaklah ringan, kita paham dan mengerti bahwa karunia yang diberikan yang Maha Kuasa kepada kita sungguh sangat besar dan sungguh beragam.
“Kita memiliki wilayah luas daratan dan lautan yang sangat besar, kita memiliki kekayaan yang sangat besar dan memiliki SDA yang sangat penting untuk kehidupan manusia di abad ke 21 dan seterusnya”. Kata Presiden Prabowo”. Kata Presiden Prabowo.
Namun ditengah karunia tersebut, ditengah segala kelebihan yang kita miliki, lanjut Presiden Prabowo, memang membuat kita harus menghadapi masa depan yang optimis, tetapi kita juga harus berani menghadapi tantangan, hambatan serta rintangan ancaman kesulitan yang ada di hadapan kita semua.
“saya selalu mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, bangsa yang tidak takut rintangan dan ancaman”.imbuhnya.
Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa Sejarah bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh kepahlawanan, penuh pengorbanan, penuh keberanian, tidak hanya pemimpin-pemimpin tapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan, bahkan invasi-invasi dari bangsa lain. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah tapi didapatkan melalui pengorbanan yang sangat besar, dan kita harus selalu mengingat pengorbanan yang sngat besar ini, tidak lain adalah pengorbanan dari rakyat Indonesia.
“Pengorbanan rakyat miskin (wong cilik) yang paling besar yang berjuang dan memberi makan kepada pejuang pahlawan kita, janganlah kita lupa dengan jasa mereka untuk kemerdekaan Indonesia, pejuang-pejuang Indonesia untuk meraih kemerdekaan dulu itu tidak mempunyai , APBN, APBD, bahkan tidak digaji dan siapa yang memberi makan pasukan pasukan Indonesia tidak lain adalah para petani, nelayan dan para pekerja”.
Presiden Prabowo pun mengajak terutama unsur pimpinan dari semua kalangan baik itu, cendekiawan, ulama, pengusaha, pemimpin politik, pemuda (mahasiswa) mari kita hadapi bersama tantangan-tantangan tersebut, tantangan terbesar ada yang berasal dari dalam dan luar, akan tetapi harus diakui banyak tantangan serta kesulitan yang berasal dari diri kita sendiri, tantangan dan kesulitan yang terjadi akibat diri yang kurang waspada, terkadang kita tidak handal dan piawai dalam mengurus kekayaan kita sendiri.
“kita harus berani mawas diri, beranilah menatap wajah sendiri dan berani mengkoreksi diri sendiri”. Katanya.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa masih banyaknya kebocoran, penyelewengan dan korupsi di negara kita, inilah yang membahayakan masa depan kita, anak serta cucu kita nanti, terdapatnya penyimpangan anggaran dan kolusi diantara pejabat politik, pemerintah, di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha yang nakal dan tidak berjiwa patriotik.
“Masih banyak saudara saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan, terlalu banyak saudara kita yang berada dibawah garis kemiskinan, terlalu banyak anak sekolah kita yang tidak makan pagi dan pakaian untuk berangkat sekolah”.
Sebagai pemimpin politik kita jangan terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat cepat gembira, terlalu cepat puas, sebelum melihat gambaran sepenuhnya.
“apakah kita melihat gambaran utuh dari keadaan kita, garis kemiskinan terlalu besar, anak-anak kita yang kekurangan gizi, dan bnyak saudara-saudara kita yang tidak mempunyai pekerjaan yang baik, kita harus berani dan menyelesaikan ini semua”.
Kita boleh bangga dengan prestasi kita akan tetapi kita jangan tertegun apalagi sampai tutup mata dan hati melihat penderitaan-penderitaan dan tantangan saudara-saudara kita.
“jangan seperti burung unta kalau melihat sesuatu yang tidak enak memasukan kepalanya kedalam tanah, hadapi ancaman bahaya dengan gagah, hadapi kesulitan dengan berani dan mari kita berhimpun dan bersatu untuk mencari solusi”.
Indonesia akan segera melakukan swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tidak bergantung makanan dari luar, dalam krisis dan genting tidak akan ada yang mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli.
“Tidak ada jalan lain Indonesia harus segera mencapai ketahanan pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dan harus mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia, saya yakin bersama para pakar dalam kurun waktu 4-5 Tahun Indonesia akan mencapai Swasembada Pangan hingga siap menjadi lumbung pangan dunia”.
Melihat situasi ketegangan konflik beberapa negara serta teknologi yang semakin maju, kemungkinan terjadinya perang dimana-mana Indonesia juga harus melakukan swasembada energi, karena negara-negara lain harus memikirkan kepentingan negaranya sendiri dan Indonesia akan sulit untuk mendapatkan sumber energi dari negara lain.
“kita harus siap dengan segala kemungkinan hingga yang paling jelek, dan kita mampu untuk swasembada energi”.
Indonesia mempunyai tanaman sayuran yang melimpah, energi bawah tanah (Geotermal) yang cukup, batu bara yang sangat banyak dan mempunyai energi air yang sangat besar.
“Pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus terhadap pencapaian swasembada energi”
Bantuan ataupun subsidi-subsidi dari pemerintah harus sampai kepada yang masyarakat membutuhkan, harus berani sekaligus merubah apabila subsidi tersebut. Menjamin perlindungan kepada mereka yang dinggap kaum paling lemah untuk mencapai kesejahteraan sejati, kemakmuran yang sebenarnya.
“Indonesia akan melakukan hilirisasi kepada semua komunitas yang kita miliki, nilai tambah komunitas harus menjadi nilai tambah ekonomi Indonesia”.
Indonesia juga akan melakukan perbaikan sistem, pemberantasan korupsi juga penegakan hukum yang tegas dengan digitalisasi.
“Insyaaloh akan terjadi pengurangan yang signifikan, semua unsur pimpinan harus memberikan contoh suri tauladan (sing ngarso sing tlodo), pepatah mengatakan kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala, semua pejabat baik dari semua eselon dan semua tingkatan harus menjadi contoh untuk menjalankan pemerintah yang sebersih-bersihnya”.
Presiden Prabowo berharap dan yakin untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia, ini sasaran berat dan banyak yang berkata bahwa sangat tidak mungkin dilakukan akan tetapi pemimpin yang berani, pemimpin yang baik, akan terpanggil untuk menghadapi yang tidak mungkin menjadi mungkin dan teratasi.
“Bangsa yang berani adalah bangsa yang tidak mungkin menjadi mungkin”. Tegas Presiden Prabowo.
Ditengah cita-cita bangsa yang sangat besar diperlukan suasana kebersamaan, suasana persatuan, kolaborasi kerjasama bukan perdebatan (cek-Cok) yang berkepanjangan, Indonesia membutuhkan Pemimpin-pemimpin baik, arif, bijaksana tentunya cinta budaya dan sejarah bangsa sendiri.
“Harus bangga terhadap adab dan adat bangsa kita sendiri, menempatkan kedaulatan rakyat dengan setinggi-tingginya”.
Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa Kerakyatan merupakan sendi utama kelima dari pancasila yakni kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan perwakilan, menghendaki kehidupan demokrasi tapi marilah kita sadar bahwa demokrasi ini adalah demokrasi yang khas untuk Indonesia.
Demokrasi harus berasal dari sejarah kebudayaan Indonesia, demokrasi merupakan koreksi bukan caci maki, bertarung tanpa membenci, bertanding tanpa kecurangan, Demokrasi kita adalah demokrasi yang santun walaupun berbeda pendapat tapi tanpa adanya permusuhan.
“Hindari demokrasi kekerasan yang mengadu domba dan hasutan, ciptakan demokrasi yang sejuk, damai dan jauh dari kemunafikan, hanya dengan persatuan dan kesatuan kita akan mencapai cita-cita bangsa”.
Kekuasaan dan kedaulatan adalah milik rakyat dimana kita semua berkuasa se-izin rakyat, harus diingat setiap pemimpin dari semua tingkatan bahwa pekerjaan kita harus untuk rakyat.
“Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, kerabat, atau bekerja untuk pemimpin peminpimn kita melainkan pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat”. Pungkas Presiden Prabowo.
(D. Permana/live Sekretariat Negara)
GARUT, Cerita Rakyat – Aksi Heroik kembali ditunjukan oleh seorang anggota Satpolairud Polres Garut, Briptu…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Aula Dewi Sartika Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan…
GARUT, Cerita Rakyat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meresmikan…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat,…
GARUT, Cerita Rakyat – Seorang pemilik usaha di kawasan pantai santolo, inisial RA (41) perempuan…
GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka meningkatkan keselamatan wisatawan serta mencegah terjadinya kecelakaan dan laka…