Oplus_131072
GARUT, Cerita Rakyat – International Conference On Family Planning (ICFP) Bogota, mengundang langsung secara resmi, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana M.Pd, untuk bersedia bertolak ke Negara Amerika Selatan Kolombia.
Undangan kehormatan tersebut ditujukan kepada Dr. Ajang Rusmana M.Pd, selaku Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, untuk menjadi salah satu nara sumber di ajang Internasional Conference on Family Planning (ICFP) 2025 bertema “Keadilan Melalui Aksi, Memajukan Kesehatan dan Hak Seksual dan Reproduksi untuk Semua”, yang akan digelar di Bogota, Kolombia, pada tanggal 3–6 November 2025 mendatang.
Diketahui bersama ICFP merupakan konferensi akademik tahunan di bidang ilmu komputer, atau Konferensi Internasional tentang Keluarga Berencana (International Conference on Family Planning) yang merupakan pertemuan global untuk membahas akses keluarga berencana. Selain itu, ICFP juga bisa berarti Perencanaan Keuangan Kurikulum Terpadu (Integrated Curriculum and Financial Planning) untuk manajemen sekolah, Program Beasiswa Kontrol Informasi (Information Controls Fellowship Program), atau Konferensi Internasional tentang Transmisi dan Kontrol Tenaga Fluida (International Conference on Fluid Power Transmission and Control), dengan mempertemukan ribuan tokoh, pakar, dan delegasi dari berbagai negara dan organisasi global Internasional.
Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana, M.Pd, mengakui bahwa, pihaknya telah diundang secara resmi langsung sebagai nara sumber untuk memaparkan praktik terbaik (Best Practice) implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) di jenjang SMP, sebuah program yang telah dikembangkan di Kabupaten Garut sejak tahun 2021.
“Memang Benar saya diundang langsung pada kegiatan International Conference on Family Planning (ICFP) Bogota Di Negara Kolombia, dan saya sudah menerimanya sekaligus menyetujui untuk berangkat/bertolak ke sana, dan alhamdulilah sudah ada izin atasan,” Ungkap Ajang saat dikonfirmasi melalui WhatsAps, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Ajang, Program PKRS ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam melindungi dan mempersiapkan generasi muda agar tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang tubuh dan relasi sosialnya.
“Melalui program ini, kami berupaya menanamkan pemahaman kepada peserta didik dan warga sekolah agar terhindar dari perilaku berisiko serta mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ajang menambahkan bahwa, Implementasi PKRS di Kabupaten Garut bahkan telah menjadi rujukan studi banding berbagai daerah di Indonesia, seperti Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) dan Kabupaten Jember (Jawa Timur).
“Terbukti, ditahun 2024 lalu, Delegasi dari negara-negara Afrika (Ethiopia, Afrika Selatan, Uganda, Kenya) dan Belanda yang tergabung dalam Program Power to Youth juga datang ke Garut untuk mempelajari keberhasilan penerapan PKRS tersebut”, tambahnya.
Ajang menjelaskan bahwa, pihaknya akan berangkat bersama tim sesuai dengan agenda (roundown) jadwal keberangkatan yang sudah ditetapkan.
“Keberangkatannya dijadwalkan pada 29 Oktober 2025 dari Jakarta, dan diperkirakan tiba di Bogota pada 31 Oktober 2025, 1 November kami istirahat, 2 November dijadwalkan bertemu dengan perwakilan negara-negara donor, lalu 3–6 November mengikuti rangkaian konferensi, dan kami berangkat bersama tim dari Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI), serta utusan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen RI, yaitu Direktur Guru Pendidikan Dasar, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A.,” jelasnya.
Ajang pun berharap keikutsertaannya di kegiatan internasional ICFP 2025 di Bogota, Kolombia nanti bisa membawa nama baik Kabupaten Garut dan memperluas jejaring kerja sama dalam upaya pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
“Mudah-mudahan kehadiran saya bisa memperkenalkan Kabupaten Garut di kancah internasional, khususnya dalam hal pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah, mohon doanya semoga perjalanan kami ke Amerika Selatan berjalan lancar dan selamat, serta membawa manfaat bagi dunia pendidikan khusunya di Kabupaten Garut,” pungkasnya.(Deni)
GARUT, Cerita Rakyat – Aksi Heroik kembali ditunjukan oleh seorang anggota Satpolairud Polres Garut, Briptu…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Aula Dewi Sartika Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan…
GARUT, Cerita Rakyat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meresmikan…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat,…
GARUT, Cerita Rakyat – Seorang pemilik usaha di kawasan pantai santolo, inisial RA (41) perempuan…
GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka meningkatkan keselamatan wisatawan serta mencegah terjadinya kecelakaan dan laka…