Tingkatkan Permodalan UMKM, ATR BPN Obral Ribuan Sertifikat Di Garut.

Spread the love

GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka memajukan kinerja permodalan dan pertumbuhan kesejahteraan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Pemerintah Pusat melalui kolaborasi Kementerian UMKM dan Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), memberikan bantuan dengan mengobral 2000 sertifikat tanah untuk para pelaku UMKM pada launching program lokomotif akses permodalan (Loka Modal) di Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota. Kamis (25/9/2025).

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, mengatakan aksi obral sertifikat tanah dari Kementerian ATR/BPN secara gratis itu, diharapkan mampu memacu pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja usahanya, dengan meningkatkan modal melalui agunan sertifikat Tanah yang baru saja mereka peroleh.

“Melalui program ini banyak saudara kita tadi diberikan pinjaman, ada yang Rp 100 juta, 150 juta, bahkan hingga Rp 1 miliar, hati-hati jangan sampai uang untuk modal itu digunakan tidak sesuai,” ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM saat mengajukan akses pendanaan, terbentur soal sertifikasi tanah untuk penjaminan, sehingga hadirnya program ini, diharapkan memberi solusi bagi mereka.

“Nanti banyak juga program lain yang akan menyasar pelaku UMKM,” tegasnya.

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, (tengah) bersama Wakil Menteri ATR/BPN RI, Ossy Dermawan (kiri) dan Bupati Garut, Abdussy Syakur Amin (kanan) pada Launching program lokomotif akses permodalan (Loka Modal) di Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota. Kamis (25/9/2025).

Hal senada dikatakan Wakil Menteri ATR/BPN RI, Ossy Dermawan, menyatakan bahwa, di tengah kondisi dunia tidak menentu saat ini, geliat UMKM mampu memberikan kontribusi signifikan bagi PDB secara nasional.

“Sekitar 60 persen lebih ekonomi nasional ini disumbang dari pelaku UMKM,” Ungkap Ossy.

Upaya pemberian sertifikat tanah bagi UMKM, tambah Ossy, diharapkan mampu memberikan solusi bagi mereka dalam mendapatkan permodalan dengan agunan yang diberikan.

“Khusus Tahun 2025 Kementerian ATR/BPN menargetkan redistribusi 3.169 bidang tanah bagi masyarakat Garut, termasuk sekitar 1.911 sertifikat yang diberikan saat ini bagi para pelaku usaha UMKM,” tambahnya.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) warga Garut masih di bawah capaian provinsi Jawa Barat (Jabar) bahkan nasional.

“PDB Garut itu sekitar Rp 29 juta rupiah per tahun, jauh di bawah Jabar sekitar 56 juta, bahkan jauh dari PDB Indonesia sekitar 78 juta per tahun,” ungkap Syakur Amin.

Sebagai daerah yang memiliki penduduk terbesar kelima di Jabar, serta luasan wilayah ketiga terbesar di Jabar, Garut memiliki potensi usaha yang melimpah, namun terkendala akses permodalan.

“Modal ini sesuatu anugerah buat Garut, dan Garut bersyukur bisa menjadi salah satu loka Modal,” ujar Syakur Amin bersyukur.

Dengan adanya pembagian sekitar 1.911 sertifikat tanah itu, diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi nyata masyarakat terutama di sektor UMKM.

“Kita punya potensi pasar yang banyak dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa,” pungkasnya. (deni)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *