Bersimbah Darah, Pemilik Warung Usaha Kawasan Pantai Santolo Garut Lapor Polisi.

Spread the love

GARUT, Cerita Rakyat – Seorang pemilik usaha di kawasan pantai santolo, inisial RA (41) perempuan asal kampung Santolo, Pamalayan, Cikelet Garut, Jawa Barat, harus rela mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan yakni berupa aksi dugaan pemukulan sampai mendapatkan luka sobek dan lebam hingga bersimbah darah di pintu masuk gerbang pantai santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Minggu siang (28/12/2025).

Dari informasi yang dihimpun, insiden pemukulan tersebut diduga terjadi ketika korban bersama adiknya hendak membawa belanjaannya dari pasar untuk keperluan warung usahanya dikawasan pantai Santolo menggunakan kendaraan R4, korban diberhentikan (dicegat) dipintu masuk dan ditanyai tiket karcis oleh sekelompok laki-laki dewasa yang diduga preman yang sedang dalam pengaruh alkohol (mabuk) hingga cekcok dan insiden aksi pemukulan pun terjadi.

Menurut keterangan korban (RA), kejadian berlangsung ketika dirinya bersama adik berboncengan membawa perlengkapan belanja dari pasar menggunakan kendaraan roda dua yang hendak dibawa ke kawasan pantai Santolo untuk stok keperluan jualan menyambut pengunjung pada nataru 2025.

“Ketika mau memasuki kawasan pantai Santolo, di pintu gerbang kami dihadang dan diberhentikan serta ditanya tiket karcis masuk, disitu kami sudah menjelaskan bahwa sesuai dengan keputusan musyawarah bersama dengan kondisi yang belum kondusif itu tidak ada biaya alias gratis,” ungkapnya.

Korban pun menjelaskan, dari sekelompok orang tersebut ada beberapa yang kenal kepada dirinya dan sedikit menyapa, walaupun demikian, sebagian oknum yang mengatasnamakan mempunyai kepercayaan langsung dari karangtaruna setempat ini tetap ngotot.

“Ada yang kenal saya dan menyapa ‘eh teh’, dan saya bertanya ‘Naha Jang kan masuk mah ga dipungut hasil keputusan bersama’ (Napa Jang kan tiket masuk tidak dipungut alias gratis, hasil keputusan musyawarah bersama, selama kondisi belum stabil dan kondusif), akan tetapi sebagian lagi ngotot dengan tindakannya yang merasa benar, kebetulan pas kejadian ada 3 kendaraan mobil pengunjung yang mau masuk kawasan, saya bilang masuk saja tidak bayar gratis (karena itu hasil keputusan musyawarah bersama), sontak sekelompok orang yang diduga preman ini berkata ‘eh naon maneh’ (eh apa-apaan kamu) sambil menarik rambut saya dari belakang, didorong balik sebagai bela diri, terus salah seorang langsung mukul ke muka dengan menggunakan cincin batu akik,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, Korban langsung melaporkan kejadian dugaan pemukulan tersebut ke pihak kepolisian terdekat (Polsek Cikelet) Kabupaten Garut, Jawa Barat, serta mendapatkan pertolongan pihak medis setempat. (deni)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *