Daerah

Sekda Garut Geram Penyerapan Pupuk Subsidi di Garut Tidak Optimal

Spread the love

Garut, (CR)-, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) memainkan peran penting dalam menjaga kebutuhan petani terutama ketersediaan pupuk dan pestisida di Kabupaten Garut, karena KP3 merupakan sarana vital bagi petani dalam menentukan hidupnya para petani di Garut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, M.H, Rabu 4 September 2024, terjun langsung sekaligus membuka acara Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema Optimalisasi peran dan Fungsi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Yang digelar di Aula Dinas Pertanian Garut jalan pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ditemui usai menggelar acara, Drs. H. Nurdin Yana, M.H Selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Garut mengatakan Bahwa mengenai ketersediaan pupuk dan pestisida merupakan persoalan penting di masyarakat khusunya para petani, dimana pupuk dan pestisida ini item yang sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup para petani khususnya di Kabupaten Garut.

Banyaknya persoalan petani timbul dari ketidak patuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk yang berdampak pada ketersediaan dan perubahan yang sering tidak stabil.

“Artinya ini tugas kita untuk menyelesaikan permasalahan ini, mengenai solusi harus apa dan bagaimana kita pecahkan bersama karena HET sudah kita tetapkan” ujar Nurdin Yana.

Menurut, Nurdin Yana, akibat dari pendistribusian pupuk yang kurang optimal, Pemerintah Pusat sempat memberikan peringatan tentang rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi.

“Ini kan dikotomi eksklusif atau bertentangan, satu persepsi menyatakan ketersediaan pupuk ada, satu sisi lain menyatakan langka, inilah yang harus kita bereskan”. Tegas Nurdin Yana.

Nurdin Yana menegaskan bahwa apabila pupuk subsidi kurang/sampai tidak terserap, dipastikan kuota subsidi untuk Kabupaten Garut bisa berkurang.

“Kita sudah instruksikan kepada Dinas Pertanian untuk melakukan pengecekan lapangan langsung dan cari tahu penyebab masalahnya yang menyebabkan penyerapan pupuk di Kabupaten Garut sampai tidak optimal”. Tegasnya.

Nurdin Yana menambahkan bahwa terdapat restrukturisasi regulasi penetapan mekanisme terkait KP3 dimana di dalamnya ditambahkan beberapa tim saber pungli.

“Beberapa pihak dilibatkan untuk mengawasi seperti, Inspektorat, POLRI, Satpol PP dan kejaksaan, karena disinyalir adanya dugaan mekanisme penebusan yang berbelit-belit.

Nurdin Yana berharap Dinas Pertanian bisa menyelesaikan masalah ini dengan sebaik mungkin dimana penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Garut bisa optimal.

“Jangan sampai menjadi bumerang bagi kita, nilai jelek akan berpengaruh pada citra kita, bukan karena pencitraan akan tetapi inilah yang harus dilakukan dan diselesaikan” pungkas Nurdin Yana. (Deni).

 

 

D.Permana

Recent Posts

Dalam 14 hari, Polres Majalengka Ungkap 12 Kasus Narkoba

MAJALENGKA, Cerita Rakyat - Polres Majalengka mengungkap 12 kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat keras…

3 hari ago

Wamendikdasmen RI Sebut Pentingnya Publik Substantif Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

GARUT, Cerita Rakyat – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip…

2 minggu ago

TPA Pasir Bajing Terbakar, Pemkab Garut Berencana Optimalkan Sanitary Landfill

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah…

2 minggu ago

Pemkab Garut Sebut Kebakaran TPA Pasir Bajing Perlu Penanganan Darurat Dan Evaluasi

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Serahkan Santunan JKM Rp2,659 Miliar

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Bersihkan Material Dan Siapkan Pasar Darurat Pasca Kebakaran Pasar Andir

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membersihkan material sisa kebakaran di Pasar…

2 minggu ago