Headline

Bali Tidak Layak Dikunjungi di 2025, Kadispar Provinsi Bali Jelaskan Bali Terkonsentrasi di Selatan

Spread the love

DENPASAR, CR – Menanggapi pemberitaan terkait Bali yang dianggap tidak layak dikunjungi pada tahun 2025, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa Bali tetap merupakan destinasi yang masih layak untuk dikunjungi.

Tjok Bagus mengakui bahwa pasca pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan ke Bali mengalami lonjakan yang signifikan, sehingga menyebabkan beberapa titik di Bali, khususnya Bali Selatan, mengalami kepadatan yang cukup tinggi. Selain itu, adanya masalah alih fungsi lahan di Bali Selatan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keluarnya pernyataan Bali tidak layak dikunjungi. Namun dirinya menyatakan bahwa pernyataan tersebut keluar karena kajian yang kurang utuh.

Terkait dengan isu overtourism, yang dianggap menjadi salah satu alasan Bali tidak direkomendasikan sebagai tujuan wisata, Tjok Bagus menegaskan bahwa Bali belum mencapai tingkat overtourism karena belum melebihi kapasitas Bali.

“Tidak ada alasan Bali overtourism sebagai parameter bahwa Bali tidak direkomendasi kunjungan, kan Bali secara keseluruhan bisa dikunjungi kemana-mana. Artinya memang Bali masih sangat layak dikunjungi, tidak hanya sekarang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika dilihat dari kondisi kunjungan wisatawan, Bali belum sampai di tahap overtourism. Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) menurut data BPS terisi sekitar 80 persen.

“Cuma terkonsentrasi di selatan itu aja. Kadang-kadang ada yang peak season 90 persen (TPK). Kalau di beberapa tempat kita ngomongin seluruh bali, ketersediaan kamar masih banyak. Itu artinya memang masih belum (overtourism),” ungkapnya.

Untuk meratakan wisatawan agar tidak terpusat di Bali Selatan, pihaknya telah menyusun pola perjalanan di Bali Utara, timur, dan barat dengan bekerjasama dengan Universitas Udayana.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Bali telah menyurati Kemenkomarves terkait perijinan pembangunan melalui OSS yang berdampak pada masifnya alih fungsi lahan di Bali Selatan.

“Kita juga sudah membuat tim kaitannya dengan penanggulangan, tim pengendalian pembangunan Bali yang langsung dipimpin Sekda. Ada masing-masing anggota memiliki tugasnya berkaitan dengan pariwisata dan sebagainya,”

Selain itu, untuk mengatur perilaku wisatawan, Pemprov. Bali juga telah membuat Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2023 yang ditransformasi menjadi “Do and Dont’s”.

Dirinya juga mengimbau agar wisatawan tidak ragu untuk berkunjung ke Bali, dengan diferensiasi wisatanya.

“Memang uniknya Bali budayanya, jangan ke satu destinasi saja, wilayah satu ke wilayah lain kan dekat. Standar SDM-nya bagus, standar usahanya juga bagus, servisnya ada banyak pilihan,” tutupnya. (dyra HR)

D.Permana

Recent Posts

Pertamax naik Hingga 32 persen Diduga Dampak Kenaikan Harga Mentah Minyak Dunia Dan Melemahnya Nilai Tukar Rupiah.

JAKARTA, Cerita Rakyat — Harga Pertamax dan Pertamax Green melambung 32 persen mulai Rabu (10/6/2026)…

4 hari ago

GCW Desak Evaluasi Menyeluruh dan Penguatan Pengawasan Di Disdik Garut

GARUT, Cerita Rakyat- Polemik terkait keberadaan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan di Kabupaten Garut…

4 hari ago

Disdik Garut Jaring 371 Siswa Sekolah Dasar Berbakat ke Tingkat Nasional Melalui FL3SN

GARUT, Cerita Rakyat – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan…

3 minggu ago

Wisatawan Asal Pandeglang Banten Terselamatkan Atas Aksi Heroik Briptu Bagus Ekoyuwono.

GARUT, Cerita Rakyat – Aksi Heroik kembali ditunjukan oleh seorang anggota Satpolairud Polres Garut, Briptu…

5 bulan ago

Quick Response Atensi Bupati, Disdik Garut Melalui Bidang SMP Kumpulkan Para Pengawas se-Garut.

GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Aula Dewi Sartika Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan…

5 bulan ago

Resmikan Revitalisasi, Mendikdasmen Gelontorkan Rp133 Milliar Untuk 156 Sekolah Di Garut

GARUT, Cerita Rakyat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meresmikan…

5 bulan ago