GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka membangun penguatan pendidikan di Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Garut terus melakukan upaya sosialisasi kegiatan salah satunya penguatan yang terfokus kepada anak dan guru. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Drs. H Asep Wawan Budiman, M.Pd, menyampaikan langkah program ini akan segera dirilis, dimana terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan (launching) dalam kurun waktu dekat ini.
“Selain program Sekolah Hebat (Hijau, Bersih, Sehat), ada juga program KGH (Kartu Garut Hebat) yang nantinya akan ditujukan untuk penanganan khusus ATS (Anak Tidak Sekolah),” Ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Drs. H Asep Wawan Budiman M.Pd pada acara Launching kesehatan gratis sekolah di SD Muhammadiyah 5 Garut, Jl. Bratayuda No.156, Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jumat Pagi (8/8/2025).
Dari data laporan yang diterima, kata Aswan, sesuai Permendikdasmen di 35 wilayah di Kabupaten Garut banyak terdapat ATS, tentunya ini menjadikan suatu prioritas program yang tentunya sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang termasuk pengentasan pendidikan.
“Terdapat 11 ribu untuk tingkat SD, SMP yang putus sekolah, Drop out (DO), dan lulus tidak melanjutkan, sementara itu juga, adanya kasus anak hingga sampai saat ini belum pernah sekolah yang jumlahnya lebih banyak lagi hampir mencapai 20 ribu,” tambahnya.
Dengan adanya perbedaan data tersebut, tentunya Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan segera melakukan verifikasi data atau langsung melakukan pencocokan kebenaran data-data yang telah disampaikan.
“Akan kami pastikan benar apa tidaknya data yang diterima berdasarkan hasil verifikasi yang sedang dilakukan oleh tim Dinas Pendidikan dan akan segera dilaporkan,” tambah Aswan.
Aswan pun menegaskan bahwa sesuai dengan permintaan amanat Bupati Garut guna membangun penguatan kreatifitas dan prestasi pada generasi penerus, Dinas Pendidikan Garut akan melakukan kegiatan lomba cerdas cermat anak tingkat SD dan SMP.
“Kegiatan cerdas cermat ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu setahun dua kali, kegiatan ini bukan hanya mengasah kreatifitas dan prestasi anak saja, melainkan menjadikan barometer perhatian bagaimana peran guru disekolah dalam memberikan perhatian dan motivasi terhadap anak didik,” tegasnya.
Bupati Garut H. Abdussy Syakur Amin mengatakan bahwa seringkali terdapat istilah bahwa sekolah negeri lebih baik dari pada sekolah swasta, itu istilah yang tidak benar.
“Dalam segi Kreatifitas dan Prestasi sekolah negeri tidak menjadi jaminan lebih baik dari sekolah swasta, dan itu tidak ada jaminan,” kata Syakur Amin.
Syakur Amin menegaskan bahwa kreatifitas dan prestasi bukan dilihat dari sekolah negeri ataupun swasta, karena kreatifitas dan prestasi bisa dilahirkan oleh bagaimana peran sekolah melalui guru dalam memberikan perhatian pendidikan serta motivasi terhadap anak, maka dari itu diminta agar Dinas Pendidikan harus melakukan program kegiatan salah satunya lomba cerdas cermat.
“Bukan anak saja, Guru juga akan dievaluasi melalui kegiatan lomba cerdas cermat yang akan dilakukan 1 tahun dua kali ini,” tegas Syakur Amin.
Syakur Amin Berharap, agar sekolah bisa membangun generasi bukan hanya bidang pendidikan saja akan tetapi juga membangun penguatan akhlak. Pungkasnya (Deni)

