GARUT, Cerita Rakyat – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Garut menggelar Audiensi kritis bersama PT. (Asri Indah Lestari (AIL), pemerintah kecamatan, kepala desa, dan warga masyarakat dari tiga desa, di kantor PT. AIL Cisurupan Jalur Kereta Api Garut – Cikajang, Balewangi, Kec. Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Senin (24/11/2025)
Audensi yang langsung di pimpin oleh Ketua PC PMII Garut, Adrian Hidayat, menghadirkan pembahasan mendalam terkait kerusakan Lapang Alun-Alun Cisurupan, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab sosial yang dinilai belum dijalankan secara memadai.
PMII Garut menyoroti bahwa kerusakan Lapang Alun-Alun Cisurupan bukan sekadar insiden teknis, melainkan cerminan minimnya kepedulian perusahaan terhadap ruang publik dan lingkungan sosialnya. Alun-alun rusak setelah lapangan digunakan sebagai area parkir bus pariwisata pada 15 November untuk pengunjung PT. AIL.
“Kerusakan Alun-Alun akibat parkir bus pariwisata adalah bentuk kelalaian mendasar. Ini bukan sekedar soal rumput rusak, tapi soal cara perusahaan memperlakukan ruang publik. Kami tidak ingin masyarakat terus menjadi korban dari lemahnya pengelolaan sosial perusahaan.” ungkap ketua PC PMII Garut, Adrian Hidayat.
Menurutnya, tindakan ini dilakukan tanpa mitigasi, tanpa koordinasi, dan tanpa mempertimbangkan dampak pada fasilitas publik.
“Akibatnya sarana prasarana secara fisik hancur, rumput lapangan hancur, kontur tanah ambles tidak rata sehingga tidak bisa digunakan untuk aktivitas warga sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Selain kerusakan fisik, kata Adrian, PMII Garut mengkritisi persoalan yang lebih sistemik dimana ruang publik diperlakukan seperti milik perusahaan, tanpa mekanisme izin dan tanpa pertanggungjawaban, kemudian warga lokal, terutama dari Sirnajaya, tidak merasakan manfaat signifikan dari keberadaan PT AIL, termasuk minimnya peluang kerja, UMKM lokal tidak mendapatkan ruang usaha maupun pendampingan, padahal perusahaan beroperasi berdampingan dengan masyarakat desa.
“CSR yang seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan justru tidak pernah diberikan ke tiga desa binaan. serta status aset Alun-Alun tidak jelas, sehingga menjadi celah penyalahgunaan ruang publik oleh pihak luar,” katanya.
PMII Garut memandang bahwa, pola relasi perusahaan-masyarakat selama ini terlalu timpang dan tidak berpijak pada prinsip keadilan sosial. Maka dari itu, mendesak kepada pihak perusahaan agar memperbaiki alun-alun dalam waktu secepatnya dimana PT. AIL, Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, dan Paguyuban sepakat bertanggung jawab penuh atas kerusakan lapangan yang terjadi akibat parkir bus pada 15 November.
“Perbaikan wajib dimulai segera, dan diselesaikan maksimal dalam 2 (dua) minggu ke depan,” jelasnya.
PMII menekankan bahwa perbaikan harus menyeluruh dan dipantau langsung oleh stakeholder agar tidak berhenti pada janji. Seluruh pihak wajib berkoordinasi dengan Pemda Garut untuk memastikan status hukum aset Alun-Alun Cisurupan, mengingat ketidakjelasan aset selama ini telah membuka ruang penyalahgunaan.
“Proses koordinasi harus diselesaikan selambat-lambatnya satu minggu rekrutmen Wajib Memprioritaskan Warga Sirnajaya, pekerja non-kontrak untuk kebutuhan akhir tahun akan diprioritaskan dari warga Sirnajaya, dan rekrutmen ke depan harus mengutamakan warga Sirnajaya, sebagai kompensasi sosial atas dampak aktivitas perusahaan,” tuturnya.
PMII menambahkan bahwa rekrutmen harus transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif. UMKM akan dilakukan pendataan ulang untuk memastikan mereka mendapatkan hak dan kesempatan ekonomi secara proporsional.
“Selama ini, UMKM dinilai hanya menjadi “penonton” di tengah aktivitas ekonomi PT. AIL, bahkan PT. AIL mengakui bahwa CSR belum diberikan kepada tiga desa binaan. Perusahaan berkomitmen mengajukan dan menyiapkan realisasi CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,”tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa, PMII Garut akan terus memantau dan mengawal perkembangan hasil dari realisasi kesepakatan yang sudah disetujui.
“Kami akan mengawal penuh seluruh kesepakatan ini. Jika perbaikan tidak berjalan, jika rekrutmen masih tidak adil, atau jika CSR kembali mandek, PMII Garut siap mengambil langkah lanjutan yang lebih tegas,”tandasnya. (deni)
GARUT, Cerita Rakyat – Aksi Heroik kembali ditunjukan oleh seorang anggota Satpolairud Polres Garut, Briptu…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Aula Dewi Sartika Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan…
GARUT, Cerita Rakyat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meresmikan…
GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat,…
GARUT, Cerita Rakyat – Seorang pemilik usaha di kawasan pantai santolo, inisial RA (41) perempuan…
GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka meningkatkan keselamatan wisatawan serta mencegah terjadinya kecelakaan dan laka…