Categories: DaerahPendidikan

Tingkatkan Kemahiran Berbahasa, Disdik Garut Gelar Kegiatan UKBI Adaftif.

Spread the love

GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka mengukur dan menilai kemahiran berbahasa Indonesia penutur secara akurat, efisien, dan fleksibel, baik lisan maupun tulisan. Melalui seksi Pengembangan Bahasa dan Sastra, KPBS (Ketenagaan Pengembangan Bahasa dan Sastra) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggelar kegiatan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang berlangsung di SMPN 1 Garut dan SMPN 2 Garut, Jl. Ahmad Yani, Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jumat (28/11/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 28 November sampai 6 Desember 2025 yang terbagi dalam dua sesi waktu (08.00-10.30 WIB, dan 13.00-15.30 WIB), serta diikuti oleh 1700 orang peserta, baik kepala sekolah, guru mapel, dan guru kelas.

Kasi Pengembangan Bahasa dan Sastra (KPBS) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Beni Hadi Saputra, S.Pd.,M.M mengatakan bahwa, kegiatan UKBI Adaptif ini merupakan program Bapak Bupati Garut yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Propinsi Jawa Barat, dengan maksud tujuan utama yakni untuk mengukur dan menilai kemahiran berbahasa Indonesia penutur secara akurat, efisien, dan fleksibel, baik lisan maupun tulisan.

“Tes ini dirancang untuk melayani berbagai tingkat kemahiran, memberikan hasil yang dapat digunakan peserta, sebagai umpan balik untuk meningkatkan diri atau sebagai sertifikat pendukung untuk studi dan pekerjaan, serta menjadi standar pembanding bagi lembaga pendidikan,” ungkapnya kepada ceritarakyatkita.com.

Menurutnya, Paket 1 UKBI adalah paket tes yang wajib diikuti oleh semua peserta, yang mencakup tiga seksi diantaranya seksi mendengarkan, seksi merespon kaidah, dan seksi membaca. Selanjutnya hasil UKBI Paket 1 akan keluar secara otomatis setelah tes selesai, dan sertifikat digital dapat diunduh pada akhir pekan yang sama, sesuai dengan yang dilansir oleh UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia).

“Materi tes UKBI seksi pertama adalah Mendengarkan, artinya memuat 40 soal dari 4 dialog dan 4 monolog yang harus dijawab dalam waktu 30 menit, seksi kedua Merespon kaidah, artinya Berisi soal kalimat yang mengandung kesalahan kaidah bahasa Indonesia, dengan waktu maksimal 20 menit untuk 25 soal, dan seksi ketiga membaca, artinya Terdiri dari maksimal 8 wacana tulis dengan 40 soal, waktu maksimal pengerjaan adalah 45 menit,” tambah Beni.

Ia pun menjelaskan, dalam konteks penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, terdapat kerangka berpikir input yang merujuk pada sumber daya awal yang dibutuhkan untuk melaksanakan UKBI Adaptif, output adalah hasil langsung, nyata, dan terukur dari pelaksanaan kegiatan UKBI Adaptif, dan outcome adalah hasil atau dampak manfaat atau perubahan perilaku yang dirasakan akibat dari output yang dihasilkan, biasanya dalam jangka waktu menengah.

“Secara ringkas, input adalah sumber daya yang digunakan, output adalah produk atau layanan langsung yang dihasilkan (sertifikat dan jumlah peserta), dan outcome adalah dampak atau manfaat fungsional dari hasil tersebut terhadap individu dan masyarakat,” jelasnya.

Beni berharap, promosi bahasa Indonesia dapat membantu, menumbuhkan semangat kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia di kalangan penutur asli maupun asing serta memberikan manfaat praktis dan ideologis bagi seluruh penutur bahasa Indonesia.

“Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, untuk mengembangkan UKBI agar lebih berdampak positif dan mencapai manfaat yang lebih luas,” tandasnya (Deni)

D.Permana

Recent Posts

Wisatawan Asal Pandeglang Banten Terselamatkan Atas Aksi Heroik Briptu Bagus Ekoyuwono.

GARUT, Cerita Rakyat – Aksi Heroik kembali ditunjukan oleh seorang anggota Satpolairud Polres Garut, Briptu…

3 bulan ago

Quick Response Atensi Bupati, Disdik Garut Melalui Bidang SMP Kumpulkan Para Pengawas se-Garut.

GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Aula Dewi Sartika Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan…

3 bulan ago

Resmikan Revitalisasi, Mendikdasmen Gelontorkan Rp133 Milliar Untuk 156 Sekolah Di Garut

GARUT, Cerita Rakyat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meresmikan…

3 bulan ago

Wow Sejarah Baru, Bupati Garut Lantik Guru SMPN Menjadi Kabid SD Pada Dinas Pendidikan.

GARUT, Cerita Rakyat – Bertempat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat,…

3 bulan ago

Bersimbah Darah, Pemilik Warung Usaha Kawasan Pantai Santolo Garut Lapor Polisi.

GARUT, Cerita Rakyat – Seorang pemilik usaha di kawasan pantai santolo, inisial RA (41) perempuan…

4 bulan ago

Sat Polairud Polres Garut Pasang Spanduk dan Bendera Merah di Pantai Selatan Garut

GARUT, Cerita Rakyat – Dalam rangka meningkatkan keselamatan wisatawan serta mencegah terjadinya kecelakaan dan laka…

4 bulan ago