GARUT, Cerita Rakyat – Fasilitas Bangunan Sekolah kembali roboh akibat cuaca buruk dan pergeseran tanah, robohnya sebuah bangunan guru terjadi di SMP PGRI Talegong yang terletak di Kp. Nanggewer, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong Kabupaten Garut. Kejadian tersebut menambah deretan panjang daftar sekolah terdampak oleh alam akibat cuaca buruk hingga pergeseran tanah di sepanjang bulan November 2025 di Kabupaten Garut.
Robohnya bangunan guru di SMP PGRI Talegong terjadi pada Senin (18/11/2025), sekitar pukul 10.30 WIB, beruntung peristiwa ambruknya bangunan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa
Kapolsek Talegong IPTU A. Nurul Fatah bersama Plt Camat Talegong langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan assesment awal. Dari hasil pemeriksaan, bangunan berukuran 7×8 meter itu runtuh akibat pergeseran tanah yang dipicu tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi bangunan yang sudah berusia tua juga memperparah kerusakan hingga akhirnya roboh.
Beruntung, ruangan tersebut sedang tidak digunakan. Tidak ada aktivitas guru maupun barang-barang berharga di dalam ruangan lantaran bangunan itu tengah direncanakan untuk proses renovasi.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, kami jajaran Polsek bersama unsur Forkopimcam Talegong, Kepala Desa Sukamulya, dan perangkat desa melakukan survey lokasi serta pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp200 juta,” ujar Kapolsek
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, membenarkan bahwa bangunan SMP PGRI Talegong dikabarkan ambruk setelah mengalami dampak cuaca buruk akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi hingga menimbulkan pergeseran tanah.
“Memang benar kami telah menerima laporan peristiwa ambruknya bangunan SMP 1 PGRI Talegong, sudah kami terima laporanya dan juga sudah diteruskan kepada pimpinan,” ujarnya.

Teguh pun menjelaskan bahwa jauh-jauh hari sebelumnya kepala sekolah sudah menyampaikan bahwa itu bangunan rawan roboh dan memang sudah disarankan untuk dikosongkan.
“Demi menjaga keselamatan jiwa, kami Dinas Pendidikan sudah mengarahkan untuk dikosongkan karena masih ada bangunan lain yang ada agar dimanfaatkan oleh guru dengan kepala sekolah,” jelasnya.
Teguh menambahkan akibat insiden tersebut tidak berdampak kepada keselamatan jiwa dan dan tidak mengganggu proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
“Tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut serta tidak mengganggu terhadap proses pembelajaran, untuk laporan bangunannya sudah diproses dan akan difasilitasi untuk diajukan RKB (Ruang Kelas Baru) dengan melihat kondisi anggaran APBD yang ada,” tandasnya (Deni)

