Daerah

Masalah Sampah Dan Infrastruktur Masih Menjadi PR Dewan.

Spread the love

DENPASAR, CR – DPRD Kota Denpasar melantik pimpinan baru definitif di Kantor DPRD Denpasar, Senin (7/10). Dalam kegiatan tersebut, dibacakan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor: 778/01-A/HK/2024 Tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Denpasar Masa Jabatan 2024 – 2029.

Dalam surat tersebut, I Gusti Ngurah Gede dari fraksi PDIP kembali menjadi Ketua DPRD Denpasar. Adapun Wakil Ketua DPRD Denpasar dijabat oleh Ida Bagus Yoga Adiputra dari Partai Gerindra, I Wayan Mariyana Wandhira dari Partai Golkar, dan Made Oka Cahyadi Wiguna dari PSI.

Pada proses pelantikannya, para pimpinan DPRD Denpasar yang baru tersebut juga melaksanakan sumpah dan janji yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Denpasar.

Pjs. Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan dengan adanya pelantikan pimpinan baru ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih harmonis dan produktif antara DPRD dan pemerintah daerah kota Denpasar.

“Saya juga ingin mengingatkan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik dalam setiap proses pengambilan keputusan,” ucapnya.

Dengan adanya transparansi kepada masyarakat, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga eksekutif dan legislatif.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengatakan pelantikan ini merupakan proses untuk melengkapi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Kota Denpasar. Terkait dengan pembentukan komisi, pihaknya mengaku belum membentuk komisi di DPRD Denpasar.

Disinggung mengenai PR besar DPRD Kota Denpasar, Gede mengatakan bahwa menghidupkan pola budaya dan kemasyarakatan di Denpasar menjadi hal yang utama.

“Masalah sampah, masalah infrastruktur jalan bagaimana solusinya apa yang harus kita ambil dalam pengaturan ini. Ya…pasti kita bersama-sama kita harus mengentasi bukan Denpasar saja, kalau melihat kapasitas infrastruktur jalan sangat minim sekali Bali ini,” tambahnya.

Dilain pihak, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adiputra atau Gus Yoga mengatakan pengelolaan sampah juga menjadi perhatiannya. Pihaknya akan menggencarkan sosialisasi kewajiban memilah sampah organik dan anorganik yang dimulai per 1 Oktober 2024.

“Kami berharap adanya solusi baru untuk permasalahan sampah di Denpasar, bagaimana pun TPA Suwung sangat menumpuk, kita gak bisa lagi mengharapkan disana harus ada solusi baru dan kita bahas bersama,” ujar Gus Yoga.

(dyr HR)

D.Permana

Recent Posts

Dalam 14 hari, Polres Majalengka Ungkap 12 Kasus Narkoba

MAJALENGKA, Cerita Rakyat - Polres Majalengka mengungkap 12 kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat keras…

3 hari ago

Wamendikdasmen RI Sebut Pentingnya Publik Substantif Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

GARUT, Cerita Rakyat – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip…

2 minggu ago

TPA Pasir Bajing Terbakar, Pemkab Garut Berencana Optimalkan Sanitary Landfill

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah…

2 minggu ago

Pemkab Garut Sebut Kebakaran TPA Pasir Bajing Perlu Penanganan Darurat Dan Evaluasi

GARUT, Cerita Rakyat – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Serahkan Santunan JKM Rp2,659 Miliar

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

2 minggu ago

Pemkab Garut Bersihkan Material Dan Siapkan Pasar Darurat Pasca Kebakaran Pasar Andir

GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membersihkan material sisa kebakaran di Pasar…

2 minggu ago