Oplus_131072
GARUT – Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMP di Kabupaten Garut saat ini dinyatakan mengalami penurunan. Penurunan ini dinilai menjadi tantangan serius dan memerlukan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pernyataan ini disampaikan, Bupati Garut, Abdussy Syakur Amin, dalam kegiatan Pembinaan dan Arahan kepada Para Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah tingkat SMPN se-Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Jum’at (10/10/2025).
”Angka partisipasi SMP itu mulai turun, kalau SD masih bagus, SMP mulai turun. Ini menjadi tantangan kita semua supaya bisa kembali lagi, supaya bisa pulih lagi sehingga tidak ada anak SMP yang putus sekolah,” tegas Syakur
Syakur mengidentifikasi, bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan menurunnya partisipasi anak di jenjang SMP, yaitu ekonomi dan kultur masyarakat yang mengarahkan anaknya untuk bekerja daripada bersekolah. Menyikapi hal ini, Bupati menekankan pentingnya kerja sama menyeluruh.
”Tentu saja, ini perlu kerja sama semuanya, baik gurunya, niatkan, juga masyarakatnya supaya anak-anak kita tetap sekolah,” tambahnya.
Selain masalah angka partisipasi sekolah, Bupati Garut juga memberikan arahan keras terkait pentingnya menjaga lingkungan sekolah dari tindakan kekerasan dan pelecehan.
”Ini juga barusan kita sampaikan ke mereka, supaya mereka sedeteksi mungkin mencegah potensi yang menimbulkan seksual harassment, pelecehan yang apa saja, dan hal apa saja,” ujar Syakur.
Ia mengingatkan bahwa mekanisme pelecehan dapat terjadi ketika ada posisi yang kuat dan yang lemah, dan kondisi ini juga dapat terjadi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah dan pengawas diminta aktif melakukan deteksi dan pencegahan.
Syakur menyampaikan, bahwa adanya Sekolah Rakyat yang merupakan program dari pemerintah pusat juga merupakan salah satu program yang akan menjamin kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor dan menuntut komitmen semua pihak.
”Maaf ini kan beda lagi, (Sekolah Rakyat) itu adalah salah satu cara untuk berikan pendidikan yang bermutu ya, jadi kalau mereka kan karena kualitasnya sudah dijamin pemerintah, insyaallah pasti bermutu, kalau kita kan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor,” tutupnya. (Deni)
BANDUNG, Cerita Rakyat – Viral sebuah unggahan postingan video yang diduga warga masyarakat (Erik berebet)…
GARUT, Cerita Rakyat– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya penataan wilayah yang tertib, bersih,…
GARUT, Cerita Rakyat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, dan Direktorat Jenderal Bea…
BANJARMASIN, Cerita Rakyat - Jasa Wedding dekorasi merupakan tim profesional yang bertugas membantu calon pengantin…
JAKARTA, Cerita Rakyat — Harga Pertamax dan Pertamax Green melambung 32 persen mulai Rabu (10/6/2026)…
GARUT, Cerita Rakyat- Polemik terkait keberadaan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan di Kabupaten Garut…